Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Corporate Governance

President Director

  • - Jefferson Jauwena

Human Capital & Service Director

  • - Sukamto Kusnadi

Finance Director

  • - Andreas Gunawan

Commercial Director

  • - TBA

Legal Director

  • - Anthony Raimond Tampubolon

Operations Director

  • - Capt. Didi Iswandy

Quality, Safety & Security Director

  • - Capt. Cecep Cahyana

Technical Director

  • - Dwi Iswantoro

LATAR BELAKANG

Sriwijaya Air terus berupaya melakukan peningkatan kinerja guna tetap eksis dan mampu bersaing di dunia penerbangan. Peningkatan kinerja tidak hanya dilakukan pada sisi operasional saja, namun juga mengenai penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance – GCG) sejalan dengan visi dan misi, serta nilai-nilai budaya Perusahaan.

Good Corporate Governance (GCG) memerlukan komitmen tinggi dengan dukungan konsistensi pikiran, emosi, dan tindakan yang strategis dalam setiap kebijakan dan operasional perusahaan. Konsep penerapan Good Corporate Governance berfungsi sebagai alat yang membantu manajemen untuk memperkuat semua aspek kerja perusahaan, baik itu untuk memperkuat internal perusahaan, maupun untuk menjaga reputasi dan kredibilitas ke eksternal, khususnya Stakeholder.

Good Corporate Governance (GCG) yang baik harus disinergikan ke dalam Total Quality Management, agar gaya manajemen perusahaan bisa berjalan sesuai dengan konsep manajemen mutu yang didalamnya diperkuat oleh prinsip-prinsip Good Governance. Semua ini diperlukan, agar perusahaan bisa menjalankan strategi bisnisnya secara mulus, sekaligus dapat mengidentifikasi dan mengatasi berbagai potensi risiko yang bisa merusak reputasi dan kredibilitas perusahaan di mata stakeholder.

Perusahaan akan memanfaatkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), untuk meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan kepada Karyawan, Pelanggan, Pemegang Saham, dan para Pemangku Kepentingan lainnya secara profesional.

LANDASAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Perusahaan secara konsisten menjalankan Good Corporate Governance (GCG) berpedoman pada standar terbaik sesuai dengan:

  • Peraturan dan Undang-Undang Republik Indonesia, seperti: Undang-Undang nomor 40 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan, dan lainnya
  • Anggaran Dasar PT Sriwijaya Air; serta
  • Peraturan Perusahaan PT Sriwijaya Air.

TUJUAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Sriwijaya Air berkomitmen untuk menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam menjalankan kegiatan bisnis perusahaan yang bertujuan guna mewujudkan perusahaan yang berkinerja sehat, berkelanjutan, patuh kepada hukum dan peraturan yang berlaku serta menunjukkan perilaku bisnis yang etis dan bermartabat

  1. Menciptakan pengelolaan perusahaan yang didasarkan pada asas transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi serta kewajaran dan kesetaraan
  2. Meningkatkan nilai perusahaan yang memiliki daya saing kuat dan berlangsung secara berkelanjutan untuk mencapai maksud dan tujuan perusahaan
  3. Mendorong pengambilan keputusan yang dilakukan organ perusahaan didasarkan kepada peraturan perundang-undangan yang belaku, dan menjalankan tindakannya dilandasi oleh nilai moral yang tinggi
  4. Mengoptimalkan kontribusi perusahaan dalam perekonomian nasional khususnya pada industri penerbangan nasional.
  5. Meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan (stakeholders) kepada perusahaan sehingga dapat membangun citra positif perusahaan di pasar.

PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)

Perusahaan mengadopsi 5 (lima) prinsip dalam penerapan Tata Kelola Perusahaan, meliputi:

Untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis, Perusahaan menyediakan informasi yang material dan relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan.Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya.

Perusahaan berupaya untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar melalui pengelolaan yang benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan Perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan.

Organ Perusahaan (Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi) mematuhi peraturan, perundang-undangan, Anggaran Dasar dan peraturan Perusahaan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan, sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen.

Dalam melaksanakan kegiatannya, Perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan.

Untuk melancarkan pelaksanaan prinsip-prinsip GCG, Perusahaan harus dikelola secara independen dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain.

STRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN

Sesuai dengan Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas, Organ perusahaan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi. Kepengurusan  perseroan menganut sistem dua badan (two boards system), yaitu Dewan Komisaris dan Direksi, yang memiliki wewenang dan tanggung jawab yang jelas sesuai fungsinya masing-masing sebagaimana diamanatkan dalam Anggaran Dasar dan Peraturan Perundang-Undangan.

Perusahaan meyakini bahwa hubungan yang wajar antar Organ Perusahaan sangat berpengaruh positif terhadap keberhasilan pengelolaan Perusahaan dan implementasi Good Corporate Governance. Oleh karena itu, Perusahaan mempunyai komitmen untuk secara tegas memisahkan fungsi dan tugas masing-masing Organ Perusahaan, yaitu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Komisaris dan Direksi.

Perusahaan mendorong hubungan yang wajar antar Organ Perusahaan. Masing-masing Organ Perusahaan selalu menghormati dan bertindak sesuai fungsi dan peranan masing-masing, berhubungan atas dasar prinsip kesetaraan dan saling menghargai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Struktur Corporate Governance adalah organ-organ perusahaan yang memiliki peran penting dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG). Struktur GCG meliputi organ utama yaitu Pemegang saham/RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi serta organ pendukung GCG antara lain Sekretaris Dewan Komisaris, Komite-komite, Sekretaris Perusahaan, dan Internal Audit.

Board Of Commisioner

  • - Jusuf Manggabarani
  • - Hendry Lie
  • - Chandra Lie
  • - Gabriella Sonia Xevianne Bongoro
  • - Yusril Ihza Mahendra

PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

MEKANISME GCG, kami memandang bahwa interaksi antar bagian bagian dalam suatu keseluruhan atau sistem secara tanpa disengaja menghasilkan kegiatan atau fungsi-fungsi sesuai dengan tujuan.

VISI DAN MISI PERUSAHAAN

VISI

Perushaan Penerbangan terkemuka di kawasan Domestik dan Internasional yang didukung oleh Sumber Daya Manusia yang berkualitas untuk menyediakan layanan dan Keselamatan Penerbangan prima guna menunjang pengembangan dan meningkatkan kemajuan Perusahaan serta kesejahteraan Karyawan.

MISI

Berkomitmen dalam pembinaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia secara professional untuk mencapai kualitas layanan yang terbaik sesuai dengan harapan Pelanggan.

NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Integrity

Kualitas berperilaku yang menjunjung tinggi kejujuran, etika, profesionalisme, serta memiliki prinsip moral dan rasa kepemilikan yang tinggi terhadap Perusahaan.

Cares

Proaktif dalam melayani pelanggan internal maupun eksternal dengan sepenuh hati dan pikiran untuk memastikan tingkat kepuasan pelanggan yang maksimal.

Adaptive and Innovative

Selalu adaptif, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan bisnis yang dinamis untuk memastikan profitabilitas dan keberlanjutan Perusahaan.

Responsibility

Dapat diandalkan, memiliki komitmen yang kuat dan rasa kepemilikan dalam setiap aspek pekerjaan untuk mejamin tujuan dan target Perusahaan.

Excellent

Totalitas dalam bekerja untuk mempertahankan kualitas kinerja, produk dan pelayanan terbaik dengan cara yang paling efisien.

Synergy

Bersinergi terhadap seluruh pihak terkait, dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis untuk mencapai keberhasilan yang lebih baik bagi Perusahaan.

ETIKA DAN PERILAKU INSAN SRIWIJAYA AIR

Insan Sriwijaya Air berkomitmen untuk menegakkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance- GCG) serta menerapkan budaya dan nilai-nilai pokok Perusahaan, yakni: Integrity, Customer Bonding, Adaptive and Innovative, Responsibility, Excellent dan Synergy yang wajib dilaksankan oleh seluruh entitas Perusahaan.

Seiring dengan komitmen tersebut, kami memastikan bahwa pemenuhan standar etika Perusahaan dalam rangka penerapan tata kelola yang baik telah sesuai pada praktik-praktik yang diimplementasikan oleh PT Sriwijaya Air sebagai Perusahaan Penerbangan.

Untuk mengawal implementasi dari standar etika tersebut, Perusahaan telah menerapkan sistem reward dan punishment secara tegas terhadap seluruh manajemen dan pekerja terhadap pelanggaran etika khususnya aspek integritas.

Gratifikasi dan Benturan Kepentingan

Satu hal yang sering terjadi dan tidak terhindarkan dalam hubungan bisnis adalah pemberian dan permintaan Gratifikasi dari satu pihak kepada pihak lainnya. PT Sriwijaya Air menyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan sehari-hari, Insan Sriwijaya Air beresiko dikenai tuduhan atas Gratifikasi. Untuk itu Perusahaan telah menerbitkan suatu Pedoman Etika Perilaku sebagai upaya untuk mencegah dan melindungi Insan Sriwijaya Air untuk memberikan arah dan acuan bagi Insan Sriwijaya Air mengenai pentingnya kepatuhan untuk melaporkan gratifikasi bagi perlindungan dari kemungkinan dikenai tuduhan akan Gratifikasi. Dengan adanya kesadaran individu itu diharapkan pada gilirannya dapat membentuk lingkungan yang terkendali dalam penanganan Gratifikasi sehingga prinsip-prinsip keterbukaan dan akuntabilitas dapat terlaksana.

Mekanisme Pelaporan Gratifikasi

Apabila terdapat penerimaan Hadiah/ Cinderamata dan atau Hiburan di luar batasan yang sudah diatur perusahaan, maka Insan Len wajib melaporkan hal tersebut melalui:

  • Atasan Langsung

    Pelaporan melalui atasan langsung dilakukan oleh Insan Len yang menerima hadiah/cinderamata selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal penerimaan, dengan menyampaikan form penerimaan hadiah/cinderamata.

  • Sistem Pelaporan Pelanggaran / Whistleblowing System

    Pelaporan melalui Sistem Pelaporan Pelanggaran/ Whistleblowing System dilakukan apabila pelapor adalah Insan Len atau pihak-pihak lainnya (Pelanggan, Mitra Kerja dan Masyarakat) yang tidak memiliki keterlibatan secara langsung, namun mengetahui Gratifikasi di Perusahaan yang memiliki potensi untuk terjadinya penyalahgunaan wewenang/jabatan. Pelapor melalui sistem pelaporan Pelanggaran/ Whistleblowing System dilaksanakan sesuai dengan mekanisme tersendiri yang mengatur mengenai Sistem Pelaporan Pelanggaran / Whistleblowing System di Perusahaan

ANAK PERUSAHAAN DAN AFILIASI

PT. NAM AIR

Sister company Sriwijaya Air ini hadir sebagai feeder sejak tahun 2013, dengan menggunakan armada Boeing 737-500 sebanyak dua unit dengan konfigurasi tempat duduk delapan (8) kursi kelas eksekutif dan 112 seats kelas ekonomi.

Kini NAM Air telah berkembang dengan memiliki 11 unit Boeing 737-500 dan 5 unit ATR 72-600 untuk terbang ke 29 destinasi yang dilayani.

PT. NATIONAL AIRCREW MANAGEMENT

Di bawah bendera PT National Aircrew Management, NAM Training Center mendidik tenaga-tenaga profesional di bidang jasa penerbangan, di antaranya pendidikan dan pelatihan untuk calon penerbang maupun penerbang untuk memperoleh rating jenis pesawat, calon pramugari, dan Flight Operation Officer (FOO).

Fasilitas yang dimiliki NAM Training Center diantaranya simulator pesawat Boeing 737-300 & Boeing 737-200. Aft Mock up Boeing Classic, Forward Mock up Boeing Classic, Life Raft, dan beberapa ruang kelas.

PT. NATIONAL AVIATION MANAGEMENT

Sekolah penerbang yang didirikan melalui PT National Aviation Management ini diproyeksikan sebagai sekolah penerbangan terbesar dan terlengkap di Indonesia. Berlokasi di Pangkalpinang, Sumsel, Babel sekolah ini memiki fasilitas yang sangat lengkap di antaranya 8 pesawat latih PA. 28-161 Piper Warrior III, 2 unit simulator yang dibangun oleh The Frasca dan Red Bird, ruang kelas yang nyaman, dan lebih dari 50 kamar penginapan untuk siswa.

IDENTITAS PERUSAHAAN