Your browser does not support JavaScript NAM Flying School Datangkan Dua Unit Pesawat | Sriwijaya Air

NAM Flying School Datangkan Dua Unit Pesawat

Menyikapi pertumbuhan industri airlines yang terus berkembang, dan tingginya permintaan tenaga penerbang di Indonesia, maka National Aviation Management (NAM) Flying School, saah satu sekolah penerbangan nasional yang berlokasi di Pangkal Pinang ini semakin berbenah diri dengan mendatangkan dua (2) unit pesawat latihnya.

Dua pesawat latih jenis Piper Warrior III yang tiba pada hari ini – Kamis 9 Juni 2011 – melengkapi jumlah armada yang dimiliki sekolah penerbangan ini menjadi empat (4) unit. “Dengan adanya penambahan dua pesawat ini, kami berharap akan lebih cepat dapat mengakomodasi kebutuhan tenaga penerbang, yang saat ini sangat dibutuhkan oleh setiap maskapai,” Ujar Fandi Lingga, President Director NAM Flying School, di tengah penyambutan datangnya pesawat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang.

NAM Flying School adalah sekolah penerbangan swasta yang didirikan pada tahun 2009 oleh pendiri dan pemilik Sriwijaya Air. Pendirian sekolah penerbangan ini adalah menjadi satu kesatuan dalam memenuhi kebutuhan pilot Sriwijaya Air. Infrastruktur lain yang dimiliki sekolah ini antara lain: fasilitas simulator frasca, dormitory, CBT room, briefing room, Apron dan Shelter yang dapat menampung sampai 10 Air Craft.

Sejak dua tahun berdiri, NAM Flying School sedang mendidik dua angkatan calon penerbang, dengan jumlah siswa 18 calon penerbang angkatan (batch) pertama, dan 23 calon penerbang angkatan (batch) kedua.
 
Saat ini NAM Flying School mendidik calon penerbang masih dalam memenuhi kebutuhan pilot untuk Sriwijaya Air. “Namun tidak menutup kemungkinan, bahwa kami mendidik calon penerbang untuk maskapai lain, seperti saat ini kami sedang menyelenggarakan program “Foreign Endorse Lisence “ yang diikuti oleh penerbang dari Malaysia dan India, untuk dapat bekerja sebagai penerbang di Indonesia,” ujar Fandy.

Dalam targetnya, NAM Flying School dapat meluluskan jumlah calon penerbang antara 20 – 25 calon penerbang di setiap batch. Kelulusan setiap batch dibutuhkan 12 bulan kalender pendidkan dan pelatihan atau 150 – 160 jam terbang yng ditargetkn untuk mendapatkan CPL(Commercial Pilot License) – IR (Instrument Rating).